Takdir kita dipertemukan di tempat yang salah..
Sehina apapun aku di dunia ini.. aku tetaplah seorang anak dari ibu dan bapakku..
Sekelam apapun masa laluku.. aku tetaplah hamba Allah yang dititipkan di dunia ini..
Seburuk apapun aku di dunia ini.. aku tetap ingin memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi..
Rabu, 06 November 2013
Jumat, 27 September 2013
memo of dew
Denting waktu pada ruang tamu berdentang. Tanda waktu mulai larut n aku masih pd layar flat seperti dlu.
Terbaring dengan sisi redup , menerawang dalam remang dan melembungkan pusaran memo yang telah berlalu terlampau lama.. Menghela nafas tersengal saat ku sadari bahwa smua memo td sudah terlewati.
Sadar diri akan kegagalan yang menjadi nyata saat tak bs ku selamatkan apa yg seharusnya.. Sedikit menepis untuk melanjutkan langkah tp tanpa dipungkiri sikon ini yang sedang dialami.
Ada beberapa embun yang hadir pada celah pagi dan pergi meninggalkan senja... dr rimbunan embun yang ada, tetsisa 1 melekat di sela kaca ...
Menggantungkan harap yang selinear dengan impian n dapat diterima.. Berjalan seiringan sesuai lajur kehidupan yang ada...
lukisan dalam pilar itu melambat... tapi dengan angan n asa yang pasti.. teruntai doa dalam hati... dan menginginkan embun dpt menyelesaikan pola titik yang dimulai...
Sabtu, 27 Juli 2013
Eja Yang Tak Terbaca
Kata sebagian orang yang impian n harapannya tercapai bahwa hidup ini indah... Tapi bagiku, hidup ini misteri.. Terkadang aku menemukan kotak hitam, dan di satu sisi aku menemukan bingkisan menarik.. Isinya tak bisa disangka,, kemasan yang menarik tak selalu baik dan kemasan yang biasa tak selalu buruk.
Melewati beberapa waktu silam, melepaskan selembar kertas yang bertajuk "masa lalu"... Aku perlahan menapaki misteri ini. Tersandung, sakit, jatuh, terpuruk, baik, bangkit dan disanjung. Silih berganti hari, aku mulai menjajali satu demi satu tempat untuk memecahkan teka teki dalam hati dan fikiranku..Bersanding dengan tanggungjawab yang semestinya ku selesaikan dengan segala keterbatasanku saat ini.
Sejalan dengan itu, banyak pelajaran yang terpetik dan membentuk jati diri.. Walau terkadang bongkah ini sesekali tak kuasa menahan arus yang tak sejalan dengan kehidupan rutinitas ku sedia kala. Aku hanya berusaha tegar, melanjutkan hidup, mencari jawaban, belajar untuk bermuhasabah dan memetik hikmah dalam setiap kejadian yang telah ku lalui.
Keluar dr zona aman. Menyendiri dari kebisingan, mendekatkan pada Tuhan, dan berjabat tangan dengan para sejawat.. Entah akhir tujuan perjalanan ini kemana. Terkadang aku menemui titik jenuh yang tak bisa ku temui jawabannya. Hanya berdialog secara trigonometri. Tanpa sesama, hanya Sang Khalik, batin dan raga.
Seperti eja yg ku temui beberapa waktu lalu dalam petunjuk motivasiku:
"Jangan bersedih.. Allah selalu bersama kita. Tak akan pernah ia menguji kita di luar batas kemampuan yg kita miliki. Saat cobaan itu datang kepada qt dan semakin berat. Percayalah, Allah ingin meninggikan derajat qt di sisiNya"
Ya Hayyu ya Qayyumu bi rahmatika astaghitsu fa aghitsni wa la takilni ila nafsi tharfata 'aini wa ashlih li sya'ni kullahu.
Senin, 17 Juni 2013
Keep Struggle For Me :)
Di saat seseorang menemukan titik jenuh yang terlampau batas.. tak sesuai dengan hati,, kondisi yang memaksakan untuk menyelesaikan smw yang telah dimulai.. diuji kesabaran, keikhlasan dan ketabahan.. saat sandaran duniawi mulai hilang.. maka jalan terakhir adalah.. sandaran dalam sujud u/ bercerita kpd Ilahi Rabbi
Saat kehidupan memaksaku untuk terus berjalan tanpa henti menapaki kerikil" jalanan yang tajam.. mencoba tangguh saat tubuhku melemah, mencoba bertahan saat keadaan mulai tak sejalan..
Dsaat inilah aku belajar tentang arti MENGIKHLASKAN, KETULUSAN, BERMURAH HATI, MERELAKAN, TANGGUNG JAWAB, BERSYUKUR, KESUNGGUHAN, KETANGGUHAN dan MEMAAFKAN
Allah menaruh kita ditempat dan dalam sikon sekarang ini bukan karna kebetulan. Akan tetapi Allah memiliki maksud yang terindah untukku..
Terkadang ku rasakan sedih, kecewa, dan bertanya tanya betapa tak adilnya Allah kepadaku.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, inilah jalan Allah...Jangan pernah menyerah.. Teruslah berjuang
Hidup bukanlah satu tujuan, melainkan "perjalanan"
Nikmatilah vhee... :)
Tetaplah SABAR..!!
Teruslah BERSEMANGAT..!!
Selalulah TERSENYUM...!!!
Teruslah belajar dari PENGALAMAN.. Karna kita sedang menimba ILMU KEHIDUPAN..!!
Tak peduli seberapa pahitnya kehidupanku di masa lalu.. Aku masih bisa memulainya lagi dengan HARI INI...
Karna hari ini adalah LEMBARAN BARU...
:)
Saat kehidupan memaksaku untuk terus berjalan tanpa henti menapaki kerikil" jalanan yang tajam.. mencoba tangguh saat tubuhku melemah, mencoba bertahan saat keadaan mulai tak sejalan..
Dsaat inilah aku belajar tentang arti MENGIKHLASKAN, KETULUSAN, BERMURAH HATI, MERELAKAN, TANGGUNG JAWAB, BERSYUKUR, KESUNGGUHAN, KETANGGUHAN dan MEMAAFKAN
Allah menaruh kita ditempat dan dalam sikon sekarang ini bukan karna kebetulan. Akan tetapi Allah memiliki maksud yang terindah untukku..
Terkadang ku rasakan sedih, kecewa, dan bertanya tanya betapa tak adilnya Allah kepadaku.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, inilah jalan Allah...Jangan pernah menyerah.. Teruslah berjuang
Hidup bukanlah satu tujuan, melainkan "perjalanan"
Nikmatilah vhee... :)
Tetaplah SABAR..!!
Teruslah BERSEMANGAT..!!
Selalulah TERSENYUM...!!!
Teruslah belajar dari PENGALAMAN.. Karna kita sedang menimba ILMU KEHIDUPAN..!!
Tak peduli seberapa pahitnya kehidupanku di masa lalu.. Aku masih bisa memulainya lagi dengan HARI INI...
Karna hari ini adalah LEMBARAN BARU...
:)
Selasa, 14 Mei 2013
Debu
Tulisan ini ku buat tepat pada tanggal 7 Mei 2013, saat menapaki perjalanan menuju muara yang selalu ku rindukan..
J.o.g.j.a
Aku menelusuri rel-rel besi ini sekali lagi. Hawanya sama saat ku tinggalkan aspal-aspal hitam yang gersang. Melanjutkan hidupku hingga ke seberang. Serasa aku tak ingiin kembali dan terus bergerak mencari jati diri.
Dalam gerbong ini, aku duduk menepi. Memandangi pohon dan rumput hijau. Sepanjang perjalanan ini, sebanyak dosa yang tak habis ku lakukan dalam perjalanan hidupku. Tubuhku penuh debu berselimut noda, bertahtakan hina.
Berapa banyak ratapan yang ku buat. Sesekali ku teteskan rasa penyesalan. Tapi waktu terus berjalan.
Aku tau saatnya melakukan perubahan. Melanjutkan semua yang pernah ku tinggalkan hanya karena sebuah keegoisan dan ambisi semu. Debu ini hanya menjadi puing - puing pembelajaran. Pembelajaran yang sangat berharga.
Dan, kehidupan barupun dimulai dengan berteman dua kata.. move on
Yaa, sekali lagi. Menata debu yang berserak dengan bantuan angin keikhlasan dan ketulusan jiwa.
Senin, 29 April 2013
290413
Lirik ini tak bertuan sejak pertama kali ku toreh dengan tinta-tinta hitam.. Saat pertama kali move dalam bingkai maya ini menjadi sedikit berwarna kala kau membacanya.. Dalam rentang waktu berjalan tak kusangka menoreh luka dan kecewa pada hati yang mulia.. Debu ini semakin kabut, rasa ini semakin kalut akan kesalahan-kesalahan yang hadir menaungi kisah klasik dulu.
Jaman ini telah berbeda, saat melupakan janji-janji yang pernah tertuang dan terselip dusta. Tak hanya satu sisi sja, tapi banyak kemungkinan2 dluar sana yang mungkin melakukannya. Pikiran ini terpaut pada sebuah bingkai usang yang tak lagi dapat tersentuh hatinya. Menyingkirkan debu, dan menatapnya hampa.
Mungkin dengan pergantian masa, ia temukan seseorang yg lebih baik dari sekedar baik. "Dew" masih teringat jelas saat pertama kali ku buka lembaran2 itu. Dari sekedar menatap, dan sedikit bisa mengkomunikasikan kata yang belum sempat terpaut. Tapi pada pertengahan jalan tali itu terputus diperjalanan.
Ya.. mungkin belum masanya .. :)
Back to my next story..
Dalam sudut 4x4 ini masih merenungi apa yang harus dimulai. Dengan alunan melodi seperti malam2 sebelumnya yang sempat tertinggal setaun belakangan ini. Kali ini kembali menjadi seperti dulu dengan sedikit ruang yang berbeda untuk menemani. Tak ada fentilasi, tak ada udara segar dan tak bisa meraskaan kehairan embun. Terpenjara dalam ruangan tanpa oksigen alami.
Jenuh akan suara gemericik air keran dan bau bumbu yang tak sesedap baunya.. Tapi semenjak mereka ikut berperan dalam kota gersang ini, rasa jenuh itu sedikit terobati. Tak ada yang lebih setia daripada keluarga dan sahabat seperti mereka.
Saat merindukan kota sejuk itu, dengan kebersamaan bersama mereka tak pernah merasa jengah untuk terus berusaha , n tak gentar untuk menyelesaikan sebuah tanggung jawab dsni.
:) love u.. for our friendship (neng ayas n oyin dakocan)
Minggu, 28 April 2013
Last My Puzzle Memori
Mencumbu asa yang tlah terenggut pergi..
Hilang seperti molekul yang menguap begitu saja.. Perlahan ku tapaki selangkah demi selangkah untuk meneruskan perjalananku ini. Bimbang, tak bertuan, berat, tapi aku harus melakukannya. Sekali lagi.
Sesekali ku menoleh ke belakang, melihat sisa2 abu yang ku tebar. Tak dapat hilang dari ingatan walaupun aku berusaha sekuat tenaga untuk tetap menghapusnya.
Setiap langkah yang ku tapaki, mengingatkan setiap memori. Sesekali ku hapus air mata ini dengan telapak tanganku. Mencoba melupakan, mengeringkan smua luka yang ada, membakar dan menghancurkan masa2 pembelajaran yang tak kunjung berakhir.
Aku terus melangkah ke depan, menciptakan secarik obsesi-obsesi untuk ku selesaikan. Obsesi dalam sebuah tanggung jawab, yang berusaha membantuku melepaskan penat. Melakukan hal-hal bodoh yang ku sebut kebahagiaan dan kebebasan. Aku berusaha menjauh, membuktikan sesuatu yang sedikit ragu untuk ku wujudkan.
Orangtua..
Ya mereka obsesiku.. sepasang kekasih yang sangat setia dibandingkan org2 yang bergulir hadir dalam kehidupan.. Aku menyesalinya saat ku acuhkan sbuah tanda kuning. Tapi saat aku gagal, tangannya selalu terbuka. Terbuka lebar untuk mengurangi sakit yang ku rasakan. Nyaman , damai, tak ku temukan cercaan dan hinaan.
Masa ku bergulir cepat, hingga aku sedikit tak menghiraukan mereka dalam kesendirian. Tapi aku tau satu hal, mereka selalu mencemaskan keberadaanku.. Aku tak berharap apa2. Saat Tuhan memberikan ku sbuah ujian untuk yang kesekian kalinya.
Ah,, aku bosan dengan lagu keputus asaanku ini..
Mungkin dalam beberapa hari aku akan berhenti menulis dan mengambil waktuku sendiri..
Dan, ku tuliskan lembaran yang baru..
Sehancur apapun aku, sesukses apapun aku, aku hanyalah sebutir debu yang terkadang hinggap diantara puing-puing tumpukan masa yang entah terbawa hingga kemana.
Dan hingga pada masanya aku harus kembali kepada Yang Maha Kuasa..
Ya.. Aku merindukan Mu Tuhan.. dan atas semua debu yang ku miliki...
Hilang seperti molekul yang menguap begitu saja.. Perlahan ku tapaki selangkah demi selangkah untuk meneruskan perjalananku ini. Bimbang, tak bertuan, berat, tapi aku harus melakukannya. Sekali lagi.
Sesekali ku menoleh ke belakang, melihat sisa2 abu yang ku tebar. Tak dapat hilang dari ingatan walaupun aku berusaha sekuat tenaga untuk tetap menghapusnya.
Setiap langkah yang ku tapaki, mengingatkan setiap memori. Sesekali ku hapus air mata ini dengan telapak tanganku. Mencoba melupakan, mengeringkan smua luka yang ada, membakar dan menghancurkan masa2 pembelajaran yang tak kunjung berakhir.
Aku terus melangkah ke depan, menciptakan secarik obsesi-obsesi untuk ku selesaikan. Obsesi dalam sebuah tanggung jawab, yang berusaha membantuku melepaskan penat. Melakukan hal-hal bodoh yang ku sebut kebahagiaan dan kebebasan. Aku berusaha menjauh, membuktikan sesuatu yang sedikit ragu untuk ku wujudkan.
Orangtua..
Ya mereka obsesiku.. sepasang kekasih yang sangat setia dibandingkan org2 yang bergulir hadir dalam kehidupan.. Aku menyesalinya saat ku acuhkan sbuah tanda kuning. Tapi saat aku gagal, tangannya selalu terbuka. Terbuka lebar untuk mengurangi sakit yang ku rasakan. Nyaman , damai, tak ku temukan cercaan dan hinaan.
Masa ku bergulir cepat, hingga aku sedikit tak menghiraukan mereka dalam kesendirian. Tapi aku tau satu hal, mereka selalu mencemaskan keberadaanku.. Aku tak berharap apa2. Saat Tuhan memberikan ku sbuah ujian untuk yang kesekian kalinya.
Ah,, aku bosan dengan lagu keputus asaanku ini..
Mungkin dalam beberapa hari aku akan berhenti menulis dan mengambil waktuku sendiri..
Dan, ku tuliskan lembaran yang baru..
Sehancur apapun aku, sesukses apapun aku, aku hanyalah sebutir debu yang terkadang hinggap diantara puing-puing tumpukan masa yang entah terbawa hingga kemana.
Dan hingga pada masanya aku harus kembali kepada Yang Maha Kuasa..
Ya.. Aku merindukan Mu Tuhan.. dan atas semua debu yang ku miliki...
Asa Romansa
Aku merindukan kedamaian yang gersang..
Rindu akan semilir angin yang dibawakan oleh rintik hujan yang menawan..
Aku menyesal..
Menyesal bagai butiran debu yang berdesir di padang gurun yang datar..
Menyesal mengapa dawai yang ku mainkan begitu usang hingga ku lupakan notasi nada yang seharusnya..
Aku hilang ingatan saat damai itu datang..
Aku melupakan tarian indah saat aku membaginya dengan rintik yang selalu ada..
Selalu setia dalam sela-sela hari yang dengan rutinitasnya ia tak pernah melupakan ku..
Aku jenuh akan penantian..
Serasa ingin melepaskan rudal dari pelatuknya..
mengecewakan matahari yang terbit dan bulan yang berganti..
aku ingin rotasiku berputar terbalik..
hari dan rutinitas ku repeat..
Bagai lagu yang tak kunjung selesai saat aku ingin mengulanginya kembali..
Aku lalai..
Lalai akan suatu kodrat..
Lalai akan suatu tanggungjawab,,
hingga tarian itu tak ada lagi menemaniku.. hingga semua luluh lantak ibarat hujatan yang tersembunyi dalam sebuah jubah yang kugunakan..
Hanya beberapa yang mengerti ceritaku..
Sisanya mengenal nama ku..
Tapi tidak dengan rasa, asa dan history dari perjalanan hidupku...
Hanya "Dia" yang tau dan mampu melakukan segalanya menurut kehendakNya
Seperti perputaran laju hidup yang ku jalani
Hingga detik ini
Rindu akan semilir angin yang dibawakan oleh rintik hujan yang menawan..
Aku menyesal..
Menyesal bagai butiran debu yang berdesir di padang gurun yang datar..
Menyesal mengapa dawai yang ku mainkan begitu usang hingga ku lupakan notasi nada yang seharusnya..
Aku hilang ingatan saat damai itu datang..
Aku melupakan tarian indah saat aku membaginya dengan rintik yang selalu ada..
Selalu setia dalam sela-sela hari yang dengan rutinitasnya ia tak pernah melupakan ku..
Aku jenuh akan penantian..
Serasa ingin melepaskan rudal dari pelatuknya..
mengecewakan matahari yang terbit dan bulan yang berganti..
aku ingin rotasiku berputar terbalik..
hari dan rutinitas ku repeat..
Bagai lagu yang tak kunjung selesai saat aku ingin mengulanginya kembali..
Aku lalai..
Lalai akan suatu kodrat..
Lalai akan suatu tanggungjawab,,
hingga tarian itu tak ada lagi menemaniku.. hingga semua luluh lantak ibarat hujatan yang tersembunyi dalam sebuah jubah yang kugunakan..
Hanya beberapa yang mengerti ceritaku..
Sisanya mengenal nama ku..
Tapi tidak dengan rasa, asa dan history dari perjalanan hidupku...
Hanya "Dia" yang tau dan mampu melakukan segalanya menurut kehendakNya
Seperti perputaran laju hidup yang ku jalani
Hingga detik ini
Minggu, 21 April 2013
Titip Rindu Pada Rintik Hujan
Happy Kartini's Day...
Tak terasa jejakku menginjak bulan ke empat.. Satu tahun lebih 2 bulan aku menapaki kota gersang. Ceritaku dimulai dari jarak dua kota.. Jogja dan Surabaya.. Dsini aku merindukan bau masa, rintihan awan yang menaburkan tariannya..Gersangnya menemani perjalananku untuk menoreh sebuah cerita, cinta, dan luka. Histori yang ku mulai dengan keputusan dari sini dan ku akhiri di sini..
Gersang...
Kota ini tak menarik, tak menciptakan imajinasiku dan sulit melepaskan cerita yang hampir setiap kali ada saat hujan turun d kota yang berbeda. Tapi dsini, setelah mereka hadir, sedikit demi sedikit ku jejalkan penaku untuk menari menggantikan rima hujan yang pernah ada.
Walaupun jarak memisahkan, waktu membagi kebersamaan, tapi kenangan dan masa-masa yang tak terlupakan kadang membuka memori-memori untuk menciptakan guyonan kecil yg bermakna.. :)
Mereka memiliki peranan tersendiri dalam kehidupanku.. Walaupun terselip khilaf dalam pertemanan kita, tapi sll banyak canda tawa yang dihadirkan u/ mengikis sgala kekurangan.
Di kota gersang ini ku titipkan surat rinduku untuk tarian hujan dsana. Bau basahnya menciptakan imajinasiku dalam berkarya, dinginnya mendekap fikiranku untuk tetap tenang dalam menjalani keadaan yg statis, dan rinduku masih tetap terjaga dalam rintiknya..
Hingga pada masa setianya, hujan dikota itu tetap setia memanggil dan menantiku untuk kembali pulang
Jogjakarta :)
Selasa, 05 Maret 2013
My Learn is You
Berawal dari sebuah pesan singkat yang tak kunjung habis percakapan itu. Berulang ulang tapi tak kunjung bosan. Entah dia bisa mengingatnya atau tidak, tapi itu berkesan. Sekarang :)
Banyak yang hadir silih berganti dalam kehidupan fana. Mereka menjabat kemudian berbagi sedikit cerita dan apabila bosan mereka pergy. Kalau mereka nyaman, mereka akan tetap "stay" menemani. ya sekilas cuplikan dari perkenalan maya nan fana. Itukah pertemanan? dan.. itukah pula yang dimaksud dalam memulai sebuah hubungan ?
Ya.. hubungan. Terkadang dluar logika bahkan terkadang akal sehat pun terkikis oleh hati yang "merengek"..
Banyak yang pintar memberikan petuah bahwa hubungan itu akan berlanjut dengan "langgeng" apabila kita mau sama2 saling menerima kekurangan yg ada pd diri masing2, saling asih, saling asuh, kepercayaan yang kuat, dan pastinya keterbukaan untuk mengenal kepribadian satu sama lain.
Tapi pertanyaan saya, apakah sang pemberi petuah tersebut selalu lancar dan gencar menjalankan apa yang dipetuahkannya terhadap org lain kepada pasangannya sendiri atau bahkan pd dirinya sendiri?
Ada seorang sahabat berkata, apabila laki-laki tersebut benar2 mencintaimu tulus dan tidak ada hasrat untuk merusakmu, maka ia akan "mengekang" dirinya sndiri untuk menjaga kekasihnya. Mengajari bukan berarty kita harus mengekangnya dengan aturan yang kita punya. Tapi mengajari yang sesungguhnya adalah memberikan contoh kepada pasangan dengan model diri kita sendiri yang menerapkan seperti demikian yang dikatakan.
Tapi para laki-laki kebanyakan mereka lebih "menunjuk" daripada "menjadi tauladan" agar pasangannya meniru dan ikut menjaga seperti apa yang dilakukannya.
Tanpa kita sadari, wanita lebih cenderung selingkuh, berbohong, setelah ia diselingkuhi dan dibohongi oleh pasangannya.
Kesalahan yang seringkali merusak suatu "hubungan", bahkan pasutri pun demikian.
Kemudian apa yang mereka cari dari sebuah hubungan yang dipilih dalam kehidupannya? Hanya untuk sebuah permainan yang tak kunjung habisnya? Bahkan tanpa kita sadari sepertinya penyakit2 seperti itu menjadi tradisi di dalam hubungan yang sebenarnya sudah jauh diluar batas tidak sekedar "sehat"
Mungkinkah masih ada laki2 yang seperty pemberi petuah itu kepada saya d jaman saat ini?
Banyak yang hadir silih berganti dalam kehidupan fana. Mereka menjabat kemudian berbagi sedikit cerita dan apabila bosan mereka pergy. Kalau mereka nyaman, mereka akan tetap "stay" menemani. ya sekilas cuplikan dari perkenalan maya nan fana. Itukah pertemanan? dan.. itukah pula yang dimaksud dalam memulai sebuah hubungan ?
Ya.. hubungan. Terkadang dluar logika bahkan terkadang akal sehat pun terkikis oleh hati yang "merengek"..
Banyak yang pintar memberikan petuah bahwa hubungan itu akan berlanjut dengan "langgeng" apabila kita mau sama2 saling menerima kekurangan yg ada pd diri masing2, saling asih, saling asuh, kepercayaan yang kuat, dan pastinya keterbukaan untuk mengenal kepribadian satu sama lain.
Tapi pertanyaan saya, apakah sang pemberi petuah tersebut selalu lancar dan gencar menjalankan apa yang dipetuahkannya terhadap org lain kepada pasangannya sendiri atau bahkan pd dirinya sendiri?
Ada seorang sahabat berkata, apabila laki-laki tersebut benar2 mencintaimu tulus dan tidak ada hasrat untuk merusakmu, maka ia akan "mengekang" dirinya sndiri untuk menjaga kekasihnya. Mengajari bukan berarty kita harus mengekangnya dengan aturan yang kita punya. Tapi mengajari yang sesungguhnya adalah memberikan contoh kepada pasangan dengan model diri kita sendiri yang menerapkan seperti demikian yang dikatakan.
Tapi para laki-laki kebanyakan mereka lebih "menunjuk" daripada "menjadi tauladan" agar pasangannya meniru dan ikut menjaga seperti apa yang dilakukannya.
Tanpa kita sadari, wanita lebih cenderung selingkuh, berbohong, setelah ia diselingkuhi dan dibohongi oleh pasangannya.
Kesalahan yang seringkali merusak suatu "hubungan", bahkan pasutri pun demikian.
Kemudian apa yang mereka cari dari sebuah hubungan yang dipilih dalam kehidupannya? Hanya untuk sebuah permainan yang tak kunjung habisnya? Bahkan tanpa kita sadari sepertinya penyakit2 seperti itu menjadi tradisi di dalam hubungan yang sebenarnya sudah jauh diluar batas tidak sekedar "sehat"
Mungkinkah masih ada laki2 yang seperty pemberi petuah itu kepada saya d jaman saat ini?
Minggu, 13 Januari 2013
Me n You
Happy New Yeaaaaaar 2013... my old blogest.. uda lama ga pernah menjamah abjad2 yang timbul dan layar flatnya yang saat ini uda lumayan buka mata (gaya,, laptop baru) uuhuuiii..hahaii
oke the next my story begine..
hi dear, kmana aja lama g menjamah dirimu yang setia ku lontarkan melalui rasa dengan abjad nyata pada layar flat ku yang setia ini? yaa, banyak yang aku lalui, banyak permasalahan, suka , duka, menutup lembar tahun 2012 ini.. But now, ini bukan cerita sedih lagi, kecewa ataupun merasa benci..
Pembuka 2013, harga yang harus dibayar dr smw usahaku, keluh kesahku, menghindar dr duniaku.. Yaa, smoga ganjaran ini seimbang dan sebanding dengan apa yang kulakukan.. oh, bukan aku, tapi kita.. yaa kita.. aku dan ehm.. lagi-lagi.. Abii..
:)
Januari 23, 2013 genap nanti kami melalui 11 bulan perjalanan hubungan ini.. Stelah beberapa waktu lalu banyak kerikil dan sandungan-sandungan yang kami lewati. Menanti dr penantian panjangku,,
Y Rabb ijinkan kami, ijinkan kami sampai pada titik akhir dan awal baru demi menggapai ridhoMu..
Hingga hari bahagia itu tercipta.. dan mungkin bukan sekedar perasaan lega gembira n bahagia..
God Bless Us.. ^_^
oke the next my story begine..
hi dear, kmana aja lama g menjamah dirimu yang setia ku lontarkan melalui rasa dengan abjad nyata pada layar flat ku yang setia ini? yaa, banyak yang aku lalui, banyak permasalahan, suka , duka, menutup lembar tahun 2012 ini.. But now, ini bukan cerita sedih lagi, kecewa ataupun merasa benci..
Pembuka 2013, harga yang harus dibayar dr smw usahaku, keluh kesahku, menghindar dr duniaku.. Yaa, smoga ganjaran ini seimbang dan sebanding dengan apa yang kulakukan.. oh, bukan aku, tapi kita.. yaa kita.. aku dan ehm.. lagi-lagi.. Abii..
:)
Januari 23, 2013 genap nanti kami melalui 11 bulan perjalanan hubungan ini.. Stelah beberapa waktu lalu banyak kerikil dan sandungan-sandungan yang kami lewati. Menanti dr penantian panjangku,,
Y Rabb ijinkan kami, ijinkan kami sampai pada titik akhir dan awal baru demi menggapai ridhoMu..
Hingga hari bahagia itu tercipta.. dan mungkin bukan sekedar perasaan lega gembira n bahagia..
God Bless Us.. ^_^
Seperti Apa Aku
Seperti apakah aku?
Kadang aku seperti air yang selalu berubah bentuk.
Kadang aku seperti karang yang sulit digoyahkan.
Aku adalah matahari, aku adalah bulan, aku adalah langit biru
Aku adalah pelangi, aku adalah tetesan embun, aku adalah rumput hijau
Aku adalah pepohonan, aku adalah sahabat yang bisa membuatmu bahagia.
Tapi terkadang aku adalah garam
Aku adalah cuka yang bisa membuat lukamu bertambah perih
Aku adalah debu yang membuat mata orang tak bisa melihat
Aku adalah yang ingin selalu berubah..
Berubah menjadi lebih baik lagy bagy yang peduli denganku
Jangan khawatir karna aku kan slalu berusaha..
dan..
Aku adalah aku
Kadang aku seperti air yang selalu berubah bentuk.
Kadang aku seperti karang yang sulit digoyahkan.
Aku adalah matahari, aku adalah bulan, aku adalah langit biru
Aku adalah pelangi, aku adalah tetesan embun, aku adalah rumput hijau
Aku adalah pepohonan, aku adalah sahabat yang bisa membuatmu bahagia.
Tapi terkadang aku adalah garam
Aku adalah cuka yang bisa membuat lukamu bertambah perih
Aku adalah debu yang membuat mata orang tak bisa melihat
Aku adalah yang ingin selalu berubah..
Berubah menjadi lebih baik lagy bagy yang peduli denganku
Jangan khawatir karna aku kan slalu berusaha..
dan..
Aku adalah aku
Langganan:
Postingan (Atom)





