Selasa, 05 Maret 2013

My Learn is You

Berawal dari sebuah pesan singkat yang tak kunjung habis percakapan itu. Berulang ulang tapi tak kunjung bosan. Entah dia bisa mengingatnya atau tidak, tapi itu berkesan. Sekarang :)

Banyak yang hadir silih berganti dalam kehidupan fana. Mereka menjabat kemudian berbagi sedikit cerita dan apabila bosan mereka pergy. Kalau mereka nyaman, mereka akan tetap "stay" menemani. ya sekilas cuplikan dari perkenalan maya nan fana. Itukah pertemanan? dan.. itukah pula yang dimaksud dalam memulai sebuah hubungan ?

Ya.. hubungan. Terkadang dluar logika bahkan terkadang akal sehat pun terkikis oleh hati yang "merengek"..
Banyak yang pintar memberikan petuah bahwa hubungan itu akan berlanjut dengan "langgeng" apabila kita mau sama2 saling menerima kekurangan yg ada pd diri masing2, saling asih, saling asuh, kepercayaan yang kuat, dan pastinya keterbukaan untuk mengenal kepribadian satu sama lain.

Tapi pertanyaan saya, apakah sang pemberi petuah tersebut selalu lancar dan gencar menjalankan apa yang dipetuahkannya terhadap org lain kepada pasangannya sendiri atau bahkan pd dirinya sendiri?

Ada seorang sahabat berkata, apabila laki-laki tersebut benar2 mencintaimu tulus dan tidak ada hasrat untuk merusakmu, maka ia akan "mengekang" dirinya sndiri untuk menjaga kekasihnya. Mengajari bukan berarty kita harus mengekangnya dengan aturan yang kita punya. Tapi mengajari yang sesungguhnya adalah memberikan contoh kepada pasangan dengan model diri kita sendiri yang menerapkan seperti demikian yang dikatakan.

Tapi para laki-laki kebanyakan mereka lebih "menunjuk" daripada "menjadi tauladan" agar pasangannya meniru dan ikut menjaga seperti apa yang dilakukannya.

Tanpa kita sadari, wanita lebih cenderung selingkuh, berbohong, setelah ia diselingkuhi dan dibohongi oleh pasangannya. 

Kesalahan yang seringkali merusak suatu "hubungan", bahkan pasutri pun demikian.

Kemudian apa yang mereka cari dari sebuah hubungan yang dipilih dalam kehidupannya? Hanya untuk sebuah permainan yang tak kunjung habisnya? Bahkan tanpa kita sadari sepertinya penyakit2 seperti itu menjadi tradisi di dalam hubungan yang sebenarnya sudah jauh diluar batas tidak sekedar "sehat"

Mungkinkah masih ada laki2 yang seperty pemberi petuah itu kepada saya d jaman saat ini?