Percakapan malam ini.. 22.00WIB.. membuka sebuah perbincangan tentang huru hara manusia, perubahan adat menjadi budaya,,dan menghapus pembelajaran agama menjadi sebuah hadis hadis secara tersurat...dan mlupakan ajaran yang mengajarkan untuk merenungi kembali perbuatan kita secara tersirat..
Saya termenung mendalami perbincangan hangat malam ini,, saya simak, selami, resapi setiap bait kata yang terucap. Manusia saat ini hanya belajar secara tersurat, tapi sulit mempelajari pembelajaran diri sendiri secara tersirat. Dunia ini, yang dikata seorang pujangga adalah fatamorgana, yang dikata seorang penyair adalah sajak sajak surga, yang dikata manusia adalah indah. Tapi tidak bagi kita yang mempelajari semua ciptaan Allah ini secara tersirat.
Lauhul Mahfudz yang selalu didengungkan sebagai kitab perjalanan hidup kita sebelum kita mlangkah. Tanpa kita sadari adalah, jika menyingkronkan dengan pemikiran akal, sebelum kita melangkah dalam dunia ini, sebelum kita dilahirkan, kita telah hidup sebelumnya dalam catatan kehidupan LAuhul MAhfudz.
Dunia ciptaan Allah tampak indah, sempurna, menjanjikan manusianya untuk terlena, tapi sebenarnya tanpa kita sadari dunia adalah nerakamya dunia. Keindahan yang terlihat sebatas pelupuk mata adalah neraka (ujian manusia), kemewahan dunia yang menjanjikan manusianya hidup bahagia adalah neraka (ujian manusia). Kemudian dimana surga yang sesungguhnya?? Bagaimana saya harus meraihnya? Apa yang saya harus lakukan?
Solat, membaca Al Quran, mempelajari hadis, mempelajari kandungan yang terdpaat dalam Al Qur'an merupakan pembelajaran tersurat yang selama ini saya selami. Tapi tanpa saya sadari adalah pembelajaran diri secara tersirat. Merenungi semua yang saya perbuat, mengoreksi diri, bercermin kembali setiap hari tentang apa yang telah saya lakukan selama ini. Kekurangan-kekurangan yang menuju dosa-dosa kecil hingga tanpa saya sadari melebihi gunung , melebihi air dilautan, melebihi ikan yang tersebar di samudra.
Astaghfirullahal'adzim.. sebegitukah lalainya saya.. banyak manusia dalam dunia ini dengan sosok manusia, tapi wujud asli mereka bukan seperti manusia. Kenapa? karena mereka kurang bercermin akan kekurangan sikap, sifat pada diri mereka sendiri. Yang diburu dalam dunia ini adalah kebahagiaan sesaat, menggenggam kesenangan dunia dan melupakan janji janji Tuhan yang pasti.
Astaghfirullahal'adzim.. semoga saya bukanlah termasuk sebagian golongan2 tersebut tadi y Allah..
Masih pada beberapa percakapan yang sedikit saya lupa.. tapi saya mulai memahami..mungkin jika saya menuangkan di dalam entri tidak akan habisnya.. Tapi y allah, ijinkan saya untuk ihdinasyshiratalmustaqim,,
dan kalimat penutup yang saya lakukan sperti yang diajarkan pertamakali dr dalam hati adalah Allahhuu.. Allah (dengan menarik nafas kita) huu ( kita ucapkan tanpa suara seperti membuang nafas kita).. cobalah, itu mebuat saya sedikit tenang, sll mengingat Allah.
dan satu hal lagy adalah sll ingat janji kita kpd Allah.
innasholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil a'lamin.
trimakasih y Allah atas sebagian pembelajaran malam ini..
dan sesungghunya hidup dan mati kita adlah sebuah pembelajaran.. ^_^