Belum sempat meramu sajak tentang rasa dan aroma.
Mata ini terusik secara tiba-tiba oleh kata dan angka yang tertera.
Kemudian melahirkan kalimat pada kolom pertama.
Dua kata yang membeberkan seribu cerita.
Entah berantah asal mula cakap siapa yg bertutur.
Serasa dekat lebih lama daripada waktu yang disajikan sesungguhnya.
Menguak tabir rahasia prosa yang tak disangka.
Bagaikan buih yang tercecerkan soda.
Tinggi, melambung singkat, menyedakkan batang tenggorok tapi melegakan setelahnya.
Dengan kematangan usia yg membaca segala laku diri hanya dengan tatapan pada tlapak tangan.
Mata sayu yang sesekali menyorot, telinga yang menangkap suara, aura yang menyatukan suasana.
Kala matahari menafikan jati dirinya malu-malu.
Awan beserta rintik yang menemani jejak diri.
Mengungkap tabir dalam kabin.
Tak disangka tapi nyata terjadi.
Terusik dalam relung saat poros hidup yg belum terjamah waktu itu merebak.
Seolah bagai tak disangka.
Perlahan terbuka rangkaian kotak hitam.
Layaknya big bang saat semua yang ditemui dalam kabin sebelumnya terkunci.
Teringat kembali, akan langkah yang berbeda arah.
Tempat bersanding dalam kurun waktu singkat, dan pada saat yang ditentukan telah habis.
Kembali menuju pusat tujuan yang semula pada masing-masing langkah.
Tersambut rintikan awan yang indah dengan tangisnya yang khas.
Pergi dengan langkah menggigil.
Setelah pertemuan pada kabin kecil.
3/2/2013
Kamis, 23 Januari 2014
Story of Lion Air
Senin, 20 Januari 2014
Space and Del
Space and Del..
Dua kata dengan makna yang berbeda..
Kalimat ringan dengan pengertian yang tak sama..
Space and Del.
Entah bagaimana bisa..
Kata ini tersandingkan dalam tuts pada barisnya yang tak selinear
Tapi saling mencari dan membutuhkan..
Layaknya adam dan hawa...
Layaknya aku dan kamu..
Yang tercecer dalam suatu masa
Memiliki fungsi yang saling melengkapi..
Tergali dalam sebuah filosofi..
Space and Del..
Aku bagaikan Space..
Mengatur jarak antara qt untuk menjadi dekat ataupun jauh..
kamu bagaikan Del
Menjadikan rangkaian memo" itu hilang atau terhapuskan..
Wujud kata yang tak pernah sama, tapi selalu bersanding untuk melengkapi kekurangan kita...
Dua kata dengan makna yang berbeda..
Kalimat ringan dengan pengertian yang tak sama..
Space and Del.
Entah bagaimana bisa..
Kata ini tersandingkan dalam tuts pada barisnya yang tak selinear
Tapi saling mencari dan membutuhkan..
Layaknya adam dan hawa...
Layaknya aku dan kamu..
Yang tercecer dalam suatu masa
Memiliki fungsi yang saling melengkapi..
Tergali dalam sebuah filosofi..
Space and Del..
Aku bagaikan Space..
Mengatur jarak antara qt untuk menjadi dekat ataupun jauh..
kamu bagaikan Del
Menjadikan rangkaian memo" itu hilang atau terhapuskan..
Wujud kata yang tak pernah sama, tapi selalu bersanding untuk melengkapi kekurangan kita...
Kamis, 16 Januari 2014
Surat Untuk Maha Pencipta
Pahit getir hidup ni telah dijalani. Merasakan jatuh tak berdaya diantara hingar bingar dunia. Hingga diri melupakan Maha Pencipta. Dan mulai teringat saat diri memiliki niat untuk bangkit kembali dari yang fana. Pertapakan yang begitu kejam dan keras. Tapi saat tersadar, tiada guna memeras masa demi sebuah kesuh.
Raga yang lemah dimata Maha Pencipta, yang begitu angkuh, yang selalu menerabas idealis n egosentrisnya. Keluar bagai helai kain putih dari lingkar rahim yang suci. Seiring perputaran masanya yang bermetamorfosa. Melalui fase-fase yang merubahnya menjadi lusuh terbengkalai. Kembalilah jalan kebenaran yang menjadi akhir dari segala pertapakan yang tak pasti.
Bangkit dari naluri yang tumbuh melalui metamorfosa dalam perputaran masa fananya. Untuk ilusi yang akan terealisasi dalam fase lusuh sebelumnya.
Kepada Maha Pencipta, inilah raga yang seraya kan tanggal dalam masaNya.. Dengan ketentuanNya yang berlaku adil. Yang pada akhirnya, semua metamorfosa dan segala fase yang telah terlewati kembali kepadaMu.
Penulis: Altesa Yunistira
Editor: FS
Penyair Pilu
Lajur yang berbeda dalam setiap jejak nestapa.
Pagi ini tepat pukul 05.00 WIB, mesin batang ku berdering. Tanda pesan mesuk dari seorang penyair pilu. Memberikan kabar telah menapaki kota usang. Tempat dimana semestinya segala penapakan ini telah usai. Berdegup hati saat namanya tertanggal dalam mesin batang. Seraya teringat akan raga dan hati yang telah terusir dari segala rasa yang pernah ku titipkan.
Pertapakan ini tak lagi sejalan semenjak penyair pilu memilih untuk sebuah popularitasnya. Saat hati dan ambisi tak lagi searah. Dengan tuntutan dunianya yang berkelas dan kewibawaan yang disandang. Adilkah?
Saat hati tak diakui keberadaannya hanya karena perbedaan strata yang tak sama. Perbedaan adat yang tak selinear. Selayaknya sosok penyair pilu itu melanjutkan pertapakan hidupnya sendiri. Tak pernah lepas dari sorot mata yang tak dapat tergapai. Tak dapat lagi disayang.
Seperti sorot mata yang mencoba menjangkau pucuk gunung pagi ini dari balik sekat kaca. Hanya bisa menikmati indahnya tanpa bisa tergapai...
Penyair Pilu...
Rabu, 15 Januari 2014
9:50
2014...
Tahun baru yang tak disangka menyapa begitu cepat.. masa-masa terakhir dimana pertanggungjawaban ini akan segera usai.. mempersiapkan tanggungjawab yang baru dalam mengukir cita n asa.. masih seperti biasa.. di ruang yang sma pada kota pahlawan..
Bilik kecil dengan suara lirih angin, alunan musik yang merambat dengan suara kesedihan.. Tak terasa banyak jeda yang terlewat, dan tak sempat terungkap oleh laku gerilya seperti biasa. Terasing dari kebisingan laku manusia. Melumpuhkan tekad yang membakar segala niat.
Entah hendak apalagi yang harus tertuang disini. Saat tulisan pun ikut tersesat dalam labirin waktu. Lupa hendak pada siapalagi mengadu. Mengadukan nasib, mengadukan bongkah yang tertimbun dalam kalbu.
Rintihan dalam jemari yang te4rtuang oleh abjad-abjad abstrak. Mengertipun oranglain tidak. Hanya pena dan abjad yang menggiring isi dalam fikir dari hati.
Seraya lantunan do'a yang terpanjat tak kunjung lelah berharap. Untuk mereka yang tersisa dalam balutan kasih sayang Tuhan. Entah kemana harus melanjutkan sisa perjalanan ini yang seharusnya tersambut bahagia pada pergantian masanya yang terus bergelut oleh zaman.
Langganan:
Postingan (Atom)


