Kamis, 16 Januari 2014

Surat Untuk Maha Pencipta

Pahit getir hidup ni telah dijalani. Merasakan jatuh tak berdaya diantara hingar bingar dunia. Hingga diri melupakan Maha Pencipta. Dan mulai teringat saat diri memiliki niat untuk bangkit kembali dari yang fana. Pertapakan yang begitu kejam dan keras. Tapi saat tersadar, tiada guna memeras masa demi sebuah kesuh.



Raga yang lemah dimata Maha Pencipta, yang begitu angkuh, yang selalu menerabas idealis n egosentrisnya. Keluar bagai helai kain putih dari lingkar rahim yang suci. Seiring perputaran masanya yang bermetamorfosa. Melalui fase-fase yang merubahnya menjadi lusuh terbengkalai. Kembalilah jalan kebenaran yang menjadi akhir dari segala pertapakan yang tak pasti. 

Bangkit dari naluri yang tumbuh melalui metamorfosa dalam perputaran masa fananya. Untuk ilusi yang akan terealisasi dalam fase lusuh sebelumnya.

Kepada Maha Pencipta, inilah raga yang seraya kan tanggal dalam masaNya.. Dengan ketentuanNya yang berlaku adil. Yang pada akhirnya, semua metamorfosa dan segala fase yang telah terlewati kembali kepadaMu. 

Penulis: Altesa Yunistira
Editor: FS

Tidak ada komentar: