Minggu, 27 April 2014

Klise


Kepada purnama malam yang berbisik tentang sajak..
Diantara buai kelam dan rintihan alam..
Terselip kenangan pada klise kehidupan..

Pada ribuan klise yang ada, ia letakkan pengharapan pada klise terakhir..
Tidak terfikir akan berakhir seperti apa..
Atau hanya tersudut seperti klise usang yang lainnya..

Pada gambaran klise-klise yang tergantung..
Mereka saling belajar mengenal..
Mereka saling belajar memahami..
Mereka saling belajar menggerai rasa yang ada dalam angan..

Melewati hiruk pikuk waktu..
Yang akan menjawab satu..
Menjawab mana yang sejati dalam hidup..
Yang berarti tak hanya sekedar dikenang..

Mencampakkan klise usang yang hanya menggantungkan harap..
Sedang pada masa proses penggambaran klise..
Akankah menjadi apa yang akan kita pilih nanti?

Sabtu, 26 April 2014

The Meaning Of Life

Apa yang akan kita lakukan disini?
Dan kemana kita akan pergi?
Sama halnya seperti kita bangun di pagi hari, dan kemudian hadir pada sebuah acara.

Don't ask any question. Just GO with the FLOW

Hasilkan uang yang banyak sebisa mu dan cobalah sebisamu untuk tidak bangkrut. Meniru semua yang kamu lihat di TV, dari model rambut, sampai dengan pakaian, dan jangan berfikir terlalu banyak.
Lakukanlah seperti yang diperintahkan.
Jika kamu mulai bingung, kemudian engkau berpaling pada alkohol.

Hear your thoughts?
Maka nyalakan radio, seperti saat kamu belajar bergaya hidup dengan narkoba, seks, dan rok n roll.

Tapi sejujurnya aku hanya ingin tau. Apakah kita hanya tumbuh dan menjadi tua?
Hidup dan mati hanya untuk meninggalkan rumah yang dicintai dan seluruh properti yang akan dimiliki oleh orang lain.
Aku hanya ingin tau sebelum peti mati ditutup. Sebab aku tidak ingin "berjudi" dengan jiwaku atau siap mengambil resiko. Ini hanyalah pertanyaan hidup sederhana, dan aku hanya mencari beberapa jawaban.
Seperti apa yang kita lakukan disini? dan apa tujuan kita?

How did we get here?
Dan siapa yang menciptakan kita begitu sempurna?
Dan apa yang terjadi ketika kita mati?
Atau apakah dunia ini benar-benar berharga?

Pertanyaan yang tidak kita jawab karena nampaknya kita tidak harus menjawabnya.
Apakah kita tidak punya tujuan dalam hidup?
Dan keberadaan qt hanya sesuatu yang wajar?

Dalam hal tadi, izinkan saya bertanya kepada anda.
Apakah kamu menciptakan dirimu sendiri?
ataukah orang lain yang menciptakanmu?

Karena kamu adalah makhluk yang sempurna. Tanpa cacat, tiada bandingannya.
Kamu adalah produk dari kecerdasan luar biasa, dan aku hanya berfikir rasional.
Adakah sebuah kamera di dunia ini yang dapat menyerupai mata manusia?
Atau sebuah komputer yang dapat bekerja seperti otak manusia?
Dan bahkan jika seluruh umat manusia bekerja sama, kita tidak akan bisa menciptakan seekor lalat.

Begitu banyak tanda yang terus kita pungkiri.
Saat "science" mencoba untuk membenarkan bahwa semua ini dapat muncul dari sesuatu yang tidak ada.
Ketika sebuah penjumlahan sederhana 0+0+0 tak akan mungkin memberikan hasil =1

Jadi, darimana semua hal ini datang?

Untuk segala sesuatu pasti memiliki asal, sang pembuat, sang pencipta dari kepunyaannya.
Yang ku maksud penyebab kamu dapat melihat vidio. Seseorang haruslah menekan tombol upload.



Jadi, kamu dapat percaya big bang. Tetapi aku lebih memilih percaya kepada Dia yang menyebabkannya terjadi. ALLAH Sang Pencipta Alam Semesta bersama dengan setiap jiwa. Yang tak pernah mati, Sang Penguasa satu-satunya yang memegang kendali. Tidak seperti ciptaanNya. Dia diluar imajinasi kita, dan TIDAK.
Dia bukanlah seorang laki-laki, apalagi memiliki sekutu. Dia berdiri sendiri, dan dia juga tidak pernah meninggalkan kita sendiri.

Seperti halnya setiap pabrik, dia berikan kita sebuah buku panduan. Al-Qur'an dan Islam.
Mohon maaf apabila lancang menyimpulkan, tapi inilah satu-satunya kemungkinan. Satu-satunya pengertian Tuhan sebagai yang Esa dan satu-satunya dzat yang Maha Kuasa menjadikannya hal yang logis.

Sebuah kitab tanpa kontradiksi dengan keajaiban "scientific" dan sejarah di dalamnya. Semuanya telah diungkap lebih dari 1400 tahun yang lalu. Seperti diskripsi detail dari embrio manusia.
Diskripsi embrio manusia di dalam Al-Quran. Tak mungkin berdasarkan ilmiah pada abad ke 7 Masehi.

Gunung-gunung sebagai tiang penyangga yang kokoh di bawah tanah. Dan 2 lautan yang tak bercampur dalam aliran terpisah yang sempurna. Hingga planet-planet dari orbit yang beredar, pergantian siang dan malam, seraya mereka tetap pada jalurnya.
Perluasan alam semesta dan penciptaan segala sesuatu dari H2O. Menuju cerita mengenai masa lalu dan pemeliharaan jasad fir'aun. Menjelaskan letak terendah di daratan, dimana Persia mengalahkan Roma.

Cairan tercurah yang menciptakan manusia dalam kelenjar antara tulang sulbi dan tulang belakang. Dan tak satupun kata telah berubah. Al-Quran masihlah sama.

Jadi, tolong jelaskan. Bagaimana semua ini telah diketahui?

Over 1400 years ago.

Kepada seorang manusia yang tak dapat membaca, maupun menulis. Sebagaimana dia akan menyampaikan apa yang malaikat katakan. Dan bila kamu masih tetap tak percaya, silahkan datang dengan sesuatu yang menyerupai.

Tetapi kamu tidak akan bisa.

Jadi, bila kita menjadikan Tuhan sebagai sebuah ejekan, dan utusanNya sebagai sebuah lelucon, menganggap kitab-kitabNya sebagai legenda dan dongeng dari orang-orang terdahulu.
Seperti kita hidup sesuai dengan tingkah kita, keinginan kita, dan harapan kita.

Mengatakan kehidupan ini adalah satu-satunya rumah yang akan pernah kita tempati.
Kita akan hidup kemudian mati, dan dengan mudahnya menjadi tulang belulang.

You Only Life Once.!!
Correction.!

Setelah rerumputan mati, hujan datang, dan rumput akan tumbuh kembali.
Dan Allah menjajikan hal yang sama untuk setiap jiwa kita, dan membangkitkan mu hingga dari ujung jari dengan sempurna.
Sebagaimana Yang Maha Melihat mengawasi kita, begitu dekat. Karena qt pasti sedang diuji.

Pada kekayaan kita, kesehatan kita, diri kita sendiri, dan semua hal yang telah kita dapatkan.
Jadi percayalah, bahwa kita pasti akan dihidupkan kembali. Dan dibawa kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita.

Sebagaimana Dia memberikan kita kitab dan memerintahkan kita untuk BACALAH.!
Dari yang jahat sampai yang baik, dan semua diantaranya.

Kamu. Cukuplah kamu sendiri untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu. Jadi jangan marah kepadaku.

Kamu yang mengira bahwa dirimu tak akan dikembalikan kepada Kami (23: 115)

"Ku berikan kepada mu seluruh hidupmu yang panjang u/ mencari tau tentang Ku. Tapi kamu sibuk mengejar seluruh hal yang bersifat sementara."

Jadi, Bacalah. Dan ketentraman hadir kepada setiap yang percaya.
Tapi bila kamu tak percaya. Bacalah.
Dan jangan biarkan hari itu (kematian) menjadi hari pertamamu mengetahui apa makna sebenarnya dari kehidupan..

Jumat, 07 Februari 2014

Selirik Rindu Embun

Tentang segala sesuatu yang tak bisa diuraikan...
Tentang memo-memo yang tertinggalkan..
Tentang jeda waktu yang terlewatkan...

Masih pada posisi yang sama walau sandingannya kini berbeda....

Tetap tentang embun yang tak pernah diketahui keberadaannya, nasibnya, alur hidupnya..

Masih tentang rasa yang sama

Walau banyak prosa yang tak bermakna

Cukup mencibirkan embun dalam iringan doa ...
Tentang selirik rindu yang tak bertumpu






Kamis, 23 Januari 2014

Story of Lion Air

Belum sempat meramu sajak tentang rasa dan aroma. Mata ini terusik secara tiba-tiba oleh kata dan angka yang tertera. Kemudian melahirkan kalimat pada kolom pertama. Dua kata yang membeberkan seribu cerita.



Entah berantah asal mula cakap siapa yg bertutur. Serasa dekat lebih lama daripada waktu yang disajikan sesungguhnya. Menguak tabir rahasia prosa yang tak disangka.
Bagaikan buih yang tercecerkan soda. Tinggi, melambung singkat, menyedakkan batang tenggorok tapi melegakan setelahnya. Dengan kematangan usia yg membaca segala laku diri hanya dengan tatapan pada tlapak tangan.
Mata sayu yang sesekali menyorot, telinga yang menangkap suara, aura yang menyatukan suasana. Kala matahari menafikan jati dirinya malu-malu. Awan beserta rintik yang menemani jejak diri. Mengungkap tabir dalam kabin. Tak disangka tapi nyata terjadi. 
Terusik dalam relung saat poros hidup yg belum terjamah waktu itu merebak. Seolah bagai tak disangka. Perlahan terbuka rangkaian kotak hitam. Layaknya big bang saat semua yang ditemui dalam kabin sebelumnya terkunci.
Teringat kembali, akan langkah yang berbeda arah. Tempat bersanding dalam kurun waktu singkat, dan pada saat yang ditentukan telah habis. Kembali menuju pusat tujuan yang semula pada masing-masing langkah. Tersambut rintikan awan yang indah dengan tangisnya yang khas. Pergi dengan langkah menggigil. Setelah pertemuan pada kabin kecil.

3/2/2013

Senin, 20 Januari 2014

Space and Del

Space and Del..
Dua kata dengan makna yang berbeda..
Kalimat ringan dengan pengertian yang tak sama..

Space and Del.
Entah bagaimana bisa..
Kata ini tersandingkan dalam tuts pada barisnya yang tak selinear
Tapi  saling mencari dan membutuhkan..

Layaknya adam dan hawa...
Layaknya aku dan kamu..
Yang tercecer dalam suatu masa
Memiliki fungsi yang saling melengkapi..
Tergali dalam sebuah filosofi..

Space and Del..
Aku bagaikan Space..
Mengatur jarak antara qt untuk menjadi dekat ataupun jauh..
kamu bagaikan Del
Menjadikan rangkaian memo" itu hilang atau terhapuskan..

Wujud kata yang tak pernah sama, tapi selalu bersanding untuk melengkapi kekurangan kita...

Kamis, 16 Januari 2014

Surat Untuk Maha Pencipta

Pahit getir hidup ni telah dijalani. Merasakan jatuh tak berdaya diantara hingar bingar dunia. Hingga diri melupakan Maha Pencipta. Dan mulai teringat saat diri memiliki niat untuk bangkit kembali dari yang fana. Pertapakan yang begitu kejam dan keras. Tapi saat tersadar, tiada guna memeras masa demi sebuah kesuh.



Raga yang lemah dimata Maha Pencipta, yang begitu angkuh, yang selalu menerabas idealis n egosentrisnya. Keluar bagai helai kain putih dari lingkar rahim yang suci. Seiring perputaran masanya yang bermetamorfosa. Melalui fase-fase yang merubahnya menjadi lusuh terbengkalai. Kembalilah jalan kebenaran yang menjadi akhir dari segala pertapakan yang tak pasti. 

Bangkit dari naluri yang tumbuh melalui metamorfosa dalam perputaran masa fananya. Untuk ilusi yang akan terealisasi dalam fase lusuh sebelumnya.

Kepada Maha Pencipta, inilah raga yang seraya kan tanggal dalam masaNya.. Dengan ketentuanNya yang berlaku adil. Yang pada akhirnya, semua metamorfosa dan segala fase yang telah terlewati kembali kepadaMu. 

Penulis: Altesa Yunistira
Editor: FS

Penyair Pilu

Lajur yang berbeda dalam setiap jejak nestapa. 

Pagi ini tepat pukul 05.00 WIB, mesin batang ku berdering. Tanda pesan mesuk dari seorang penyair pilu. Memberikan kabar telah menapaki kota usang. Tempat dimana semestinya segala penapakan ini telah usai. Berdegup hati saat namanya tertanggal dalam mesin batang. Seraya teringat akan raga dan hati yang telah terusir dari segala rasa yang pernah ku titipkan.

Pertapakan ini tak lagi sejalan semenjak penyair pilu memilih untuk sebuah popularitasnya. Saat hati dan ambisi tak lagi searah. Dengan tuntutan dunianya yang berkelas dan kewibawaan yang disandang. Adilkah?

Saat hati tak diakui keberadaannya hanya karena perbedaan strata yang tak sama. Perbedaan adat yang tak selinear. Selayaknya sosok penyair pilu itu melanjutkan pertapakan hidupnya sendiri. Tak pernah lepas dari sorot mata yang tak dapat tergapai. Tak dapat lagi disayang. 

Seperti sorot mata yang mencoba menjangkau pucuk gunung pagi ini dari balik sekat kaca. Hanya bisa menikmati indahnya tanpa bisa tergapai...

Penyair Pilu...