Mengenang Juni 2011.. berkelana dikota yang sering dan hampir sangat rutinitas tiap tahun saya mengunjunginya,,,
Hmm,, Dini hari, saya tiba dikota polusi (menurut saya,,hahahha).. saya mulai menapaki jejak jejak aspal dalam tiap kilometernya untuk mencapai sbuah persinggahan. Udaranya berbeda dengan kampung halaman saya, yang sejuk dan selalu saya jumpai embun pada dini hari ini. Hawa yang merasuk hingga ke sela-sela persendian tak menyurutkan langkah saya sambil menarik sebuah koper yang saya bawa. Maklum, karena singgasana yang saya tuju tidak dapat dimasuki oleh kendaraan bermesin vespa tersebut, alamat saya hanya diantar dengan kaki berjari ini yang selalu setia saya ajak jalan kmana saja yang saya mau.Sedangkan portal tersebut baru dibuka pada pukul 6.00 pagi.
Kemudian, disinilah cerita saya dimulai.. Letz begine my story...
Setelah saya menapaki jalanan beraspal dan sampai pada singgasana yang sederhana, ,pukul 10.00 pagi hari saya mulai mengemas kembali barang2 saya ke dalam koper. Yaa,, sesampainya di singgasana tersebut saya sempat si istirahat beberapa waktu untuk melancarkan peredaran darah pada kaki saya.. haha.. g ada yang lucu....
and then, my brother give me a ticket silverbird to jatibening,.,, tempat tujuan pertama yang saya tuju untuk sekedar bersilaturahmi dengan nenek disana...
On the way.... si bapak yang mengendarai silverbird itu ramah banget, dan sempat kami berbincang ala kadarnya untuk membuka percakapan pada umumnya... masi inget pertanyaan si bapak setelah lama berceloteh ria... " kenapa si mb pilih tinggal di kota industri? padahal disini kan terkenal macet banget, apalagi panas.. saya sih mending pilih tinggal dikampung dan buka usaha, g usa repot nikmatin macetnya kota jakarta dan bisa ketemu anak istri tiap hari.."
Dalam hati saya sii,, (itu c urusan bpk.. Derita situ,,, hahahahha),,, ehmm, dan saya pun menjawab sok dewasa... " yaaa, selagi muda pak, banyak pengalaman dan juga melatih mental dan sikap mandiri aja disini.. lagian saya kan belum berumah tangga..hehhehe"
si bapak ga mau kalah kayanya sama saya,, lama2 kok saya rasa2 jawaban dan argumen yang dia lontarkan jadi seperti org curhat, hahahahhaha,, si bapak pun menjwab lagi : "iya si mb, bener juga... enak masi muda banyak pengalaman, tapi y mb kl nanti uda punya suami jangan kaya gt lagi mb,, nanti kl mb nya uda punya suami, lebih baik jadi ibu rumah tangga yang baik, jangan cuma mementingkan karir aja. Soalnya suami itu lebih seneng istrinya drumah daripada banyak ngejar karir dluar dan salah satunya dalam menciptakan keluarga harmonis itu istri slalu ada buat suami dan anak2nya.."
Hellloooo,, si bapak ini, lama2 ada2 aja,, hahhaha,,, saya si g kepikiran dulu deh berumah tangga.. pacaran aja trauma.. hmmm. dan pada akhirnya si bapak mulai curhat panjang lebar tentang bahasan rumah tangga dan kehidupan di kota polusi sekaligus kota industri itu...
yap, tapi saya kagum sama si bapak,,, g ada lelahnya untuk mencari nafkah dari jam 3 dini hari hingga larut malam dalam kota yang superduper macet itu..
Tapi.. makasih banyak pak atas nasehat2 waktu itu ,, menikmati macetnya tol hingga sampai ketujuan yang saya cari.. hmmmm....
inilah hidup.. apapun hambatanya, itu hanya sebagian ujian dr Allah untuk kita, untuk menguatkan mental dan iman kita, dan ntuk menjadikan kita manusia seutuhnya yang bisa kembali kepada Allah dengan ditempatkan dalam kehidupan yang lebih layak lagi di akhirat nanti.. itu aja si kesimpulan dari apa yang bpk kasih ke saya, wlpun g smeuanya saya tulis di layar flat ini.. trimakasih bapak :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar