Berjalan dalam gelap,, meraaba dalam remang,, n membaca dalam samar,,,
sungguh tak terkira nikmat Tuhan,, saat kelam datang dan mencoba mnyibak tabir dalam setiap langkah kehidupan..
saya mencoba membalikkan badan,, menundukkan kpala dan berjalan tiada henti tanpa melihat sekitar,,
melihat segubug ruang kecil penuh harapan,, duduk terdiam dan mulai saya tata mesin layar flat dan segenggam nada yang biasa saya mainkan.,,
menikmati secangkir coklat panas dan suasananya yang sepi,, sunyii,, tp saya menikmatinya sendiri,,
hawa itu merasuk hingga sela persendian,, tapi raga masih saja bertahan untuk menopang,, mencari penawar dalam keterasingan malam,,,saya mencoba nyanyikan beberapa bait nada dalam genggaman,, memejamkan mata dan berharap saat terbuka ini hanyalah bualan,,
tp tidak saat saya melakukannya,, semua nyata...
mencoba memahani apa yang saya cari,, menjalani hidup tanpa rasa terbebani,, saya simmpan rapi dlam bingkisan kecil di relung hati,, yaahh,, hanya sedikit mendesah dan berkata lirih,, semua akan baik-baik saja vhee,,
hanya tersenyum dalam bualan,, tapi saya senang,, tak ada yang tau apa yg saya rasakan hingga seseorang tersadar bahwa dia yg pantas n layak mengetahui sgala yg saya pendam,,,
hanya sedikit berkesah saat mendengar n mengingat kembali apa yg kebanyakan org katakan,, ingin skali saya katakan
"heii,, saya juga manusia biasa,,saya pun juga memiliki catatan hitam,,, jgn pandang saya tampak smpurna,, karna saya hanya takut saat kalian mengetahui secuil catatan hitam saya, akan xan pandang sebelah mata,, tak sadar kah bahwa kalian juga memilikinya,, berilah perlakuan kalian biasa terhadap saya"
tapi semua bait kata itu hanya bisa tertahan di kerongkongan saya dan hanya menjawab lirih dengan senyum tanpa ekspresi,, semakin mengurungkan niat saya untuk menunjukkan klise maya dalam diri saya,, pukul 02.00 dini hari,, bernjak meninggalkan gubug kecil ini dan secangkir coklat yang tadi saya nikmati,, berbekas ampas dalam dinding kacanya,,
saya mulai melangkah menjauhi keramaian yang tak lagy sungkan dengan keberadaan,, teringat kembali saat saya lalui jalan-jalan ini,, lurus belok ke kanan dan menuju tikungan tajam,,,sajaknya embun dini hari menemani langkah saya dalam pertapakan,, hingga tak terasa air suram ini kembali datang,,
saya meghapusnya perlahan dengan kain hangat yang melekat pada tubuh saya,, saya berhenti sejenak,, mengamati sekitar dan berangsur menghilang,,, dan saya pun berucap,, "ini yang terakhir saya lakukan,, takkan ada lagi air suram membaluri wajah saya,,, saya yakin ada masanya saat kebahagiaan n sama menerima itu saya dapatkan,, entah kepada siapa,, tp Tuhan telah menyediakannya untuk saya"
yap,, saya tak bisa berdiam saja disini,, saya harus berkelana,, kmanapun untuk menemukannya sayap saya yg tlah lama hilang,,,
dan saya pun lenyap dalam embun berselimut kabut,,
sampai berjumpa di langit mentari,,
2 komentar:
ahahhaaa...cakeeppp...keep writing fithrii....
gag nyangka...suka nulis jg yah...hehehe^_=
hahahhaha,, ia mbaa,, :D
Posting Komentar