waktu terus begulir,, meninggalkan asa, luka, dan cerita...
lama tersimpan dalam kotak hitam,, pahit, menusuk dan pedih,,
sedikit melirik kala waktu mulai genit,, mencoba meraba walau mata tertutup senja..
ingin menyapa tapi tak sampai hati saya melakukannya...
saat saya memulai membuka berandanya,,,, dan menengok dari bilik suatu hubungan yang nyata..
jelas dalam tatapan bola mata saya...
hingga tak terasa air keruh ini jatuh kembali,,,
waktu itu berllu, tanpa meninggalkan kata dan berpaling sesaat meninggalkan luka,,
janji apa yang sempat ditawar,, sakit apa yang sempat tertingga..
hingga tak ada penawar hingga mengembalikan kehidupan yang saya pinta...
jejak dosa apa yang tertanam,, belenggu apa yang mengikat tajam,,
sajaknya begitu mudah untk membuang seperti sampah yang tak layak pakai..
saya mulai melihat kembali ke belakang,, menengok lagy apa yang saya lakukan,,,
apa salah saya??? setidaknya hanya saya yang sllu menciptakan air keruh yang sajaknya membasahi wajah saya...
harusnya saya bahagia,,, bahagia atas kebahagiaan yang di sedang berada disana..
tp tidak,,
saya seperti tertampar oleh badai layaknya tak kunjung reda,,
tak ada yang mampu,, hingga saya tersadar,, hanya sayaa,,,
semakin tekad dan bulat niat saya,,
apakah saya harus jatuh setelah apa yang saya lalui hingga hari ini??
slama ini hanya bersembunyi dibalik topeng kebahagiaan,, walau sajaknya tidak seperty yg saya rasakan,,,
saya kembali bersanding dalam dawai yang mulai usang,,,
menyanyikan lagu yang sama sebelum sayap itu datang,,,
menghibur hati dalam hingar bingar sepinya malam,,,
tak ingin bersanding dengan kota ini,, lelah,, hanya menimbun rasa yang tak pernah nyata,,,
mulai mengusap kembali air keruh dengan kain yang melekat pada tubuh saya,,,
beranjak pergi,, berlari,, berharap ini adalah mimpi,,,
saya tidak ingin berhenti,, saya tidak butuh untuk org lain mengerti,, saya mencoba membebaskan jiwa saya, menariknya keluar dr belenggu jahanam yang sajaknya tak ingin lagy berada,,,
hanya kata dari jiwa dan hanya laku dari sikap yang mampu membawa saya hingga saat ini,, saat ini,, saat saya tersadar saya masih saja sendiri,,
berkelana mencari kesenangan,, layaknya org yang hidup sempurna dan bahagia,,,
maafkan saya Tuhan,, sajaknya saya hanya sosok hamba yang tak lepas dari timbunan debu yang mulai bau...
hanya ingin bersandar,, bersandar kepada seseorang... saya hanya merasa lelah,, lelah dengan sosok kebahagiaan,, yang senyatanya hati saya tidak demikian,,
mav Tuhan,, atas air keruh yang membasahi raga kembali,, sajaknya tak layak untuk mendampingi,,, hanya ingin pergy apabila tidak ada sosok yang dititipkan untuk melengkapi sayapsayap yang sudah patah ini,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar