Jumat, 30 September 2011

Lari dari kenyataan

Awan itu pekat dalam gelap, hitamnya tak mau pudar dalam gemerlap.. mulai kembali menapaki jalan2 yang mulai terlewat,, entah ingin beranjak ke arah mana dan kepada siapa.. sajaknya lelah dan harap, menapaki kehidupan yang semakin singkat..

waktu waktu itu mulai menggerutu, detik detik itu mulai melaju dalam asa yang tak lagy nyata di hadapanku,, entah meratap kepada siapa, putus asa harus bagaimana,,



sosok itu datang merambat perlahan mencoba merasuki raga yang hilang arah, buta dalam melangkah,, entahlah, aq tak bisa membedakan apakah nyata atau maya,, tp jemarinya merambat perlahan untuk menyatu dalam pikiran ku yang hampa.. seperti tembok yang merambah akan lembabnya hawa..

seperty tersudut dalam ruang hitam pekat yang tak lagy ada yang mampu merengkuh raga,, takut gelisah amarah meratap semua menyatu memaki jiwa..perlahan lenyap menghilang dalam titik gelap yang tak lagy terang,, kenapa baru skrg kau datang,,?? 

tolonglah raga ku skali ini saja untuk tak mnyentuh jurang,, hanya lelah berharap pada waktu yang tersudut di beranda depan,, tak ada kata tak ada nyawa,,,

Tidak ada komentar: