Berjumpa dengan rembulan kembali,, malam ini, dengan cerita yang berbeda lagi..
Sehari mengurung diri dalam ruang persegi, membuat pola pemikiran untuk sebuah pencapaian.. suntuk, lapar, kesal dan bosan.. oh iya,, teringat rangkaian kata bak mentari tadi.. sedikit curcol antar saya dan lelaki bertubuh ceking itu,, hahaha.. sajaknya saling membuka rahasia,,, membuat saya tertawa terbahak karna abjadnya... hummm,, satu pinta ku pada Tuhan,, smoga hatimu ditetapkan oleh sang Maha Kuasa kawand,,
next story...
awan biru itu mulai berubah menjadi hitam abuabu,, sajaknya mulai menyapa senja.. hingga larut ditemani rembulan,, yaa,, bip bip bip,, berdering kembali dari layar flat ponselku,, kali ini, hati sedang tak bermutu untuk menyapa kawan2ku yang terperangkap dari layar flat maya... sejenak larut dalam sajian humor pada ruang sudut depan mushola.. mencoba tak menghiraukan tapi rasanya ingin jemari ku berlaga.. ya,, rasa itu mulai luluh sejenak,, dengan ungkapan tiga kata kemudian berlalu begitu saja dengan sajak rima yg lainnya...
hehhe.. tapi akhir dari awan hitam kini sudah berangsur pulih kembali,, mulai kembali dalam ruang persegi,, setelah menulis irama hati sedari tadi, ingin bergegas menuju pulau mimpi dan merapikan slimut hangat ini..
yup, layaknya cukup sekian cerita singkat tiada arty malam ini.. hanya sekedar basa basi dengan ungkapan hari seperty buku diary,, smoga hari esok bisa merubah suasana kembali...
thx wat jemari2 kecil nan lentik yang slalu setia n memahami maksd hati,, smoga esok ku sambut embun dengan pelangi... nice dream.. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar